Seorang ibu bagi anakku, seorang istri bagi suamiku, seorang mantu bagi mertuaku dan seorang guru bagi anak didikku... it's my live...
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
 
Masih proses streaming, mohon tunggu sebentar...
.

Tips Menjaga Anak Agar Bebas dari Risiko Kanker

Written By Dewi Agusthine on Jumat, 12 Oktober 2012 | 21.59

Orangtua pasti berupaya agar anaknya terhindar dari penyakit serius, seperti kanker. Tapi orangtua kadang tidak menyadari bahwa kebiasaannya yang tidak sehat dapat mempengaruhi risiko kanker pada anak di masa depan.

Para ahli mengatakan pilihan gaya hidup adalah salah satu faktor risiko kanker yang paling penting. Membangun kebiasaan sehat sejak dini dan memelihara kesehatan sepanjang hidup dapat mengurangi risiko kanker pada anak.

Seperti dilansir empowher, Kamis (11/10/2012) berikut 6 cara untuk mengurangi risiko kanker pada anak kelak di masa depan:

1. Menjadi teladan yang baik untuk anak
Menurut sebuah studi yang dilakukan di Michigan State University, cara membentuk perilaku sehat pada diri anak adalah dengan menciptakan kebiasaan sehat di rumah. Orangtua harus menjadi teladan yang baik bagi anak.

Anda harus mengadopsi gaya hidup sehat dengan diet makanan seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian yang baik untuk mencegah kanker. Penelitian dari National Cancer Institute menunjukkan pola makan yang buruk dapat meningkatkan risiko terhadap berbagai jenis kanker serta banyak penyakit kronis lainnya.

2. Mendorong anak agar aktif bermain
Bermain dapat membuat fisik anak Anda lebih aktif dan juga dapat menjadi olahraga ringan yang menyenangkan bagi anak. Ketika usianya telah menginjak usia sekolah, dorong anak untuk memilih permainan dengan unsur olahraga seperti bersepeda, hiking, atau berenang bersama keluarga.

Fisik yang aktif membantu mengurangi risiko kanker dengan membantu mengontrol berat badan. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan kadar hormon dan kerja sistem kekebalan tubuh.

3. Menghentikan kebiasaan buruk yang tidak sehat
Menurut Centers for Disease Control, perokok memiliki risiko mengembangkan kanker paru-paru hingga 10 sampai 20 kali daripada orang yang bukan perokok. Bahkan anak-anak yang menjadi perokok pasif karena orangtuanya yang perokok pun memiliki risiko yang lebih besar.

Anak-anak dari perokok memiliki risiko yang lebih besar untuk mengembangkan penyakit tertentu juga, seperti infeksi pernapasan, infeksi telinga, batuk kronis dan disfungsi paru-paru. Bahkan, tidak ada tingkatan aman dari paparan asap tembakau kecuali benar-benar menciptakan lingkungan rumah yang bebas asap rokok.

4. Promosikan kualitas tidur anak
Bantu anak untuk mempromosikan ritme sirkadian sehat dengan menjaga waktu tidur yang teratur dan belajar untuk tidur dalam kegelapan. Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa tidur di ruangan gelap dapat mendukung sistem endokrin untuk menekan perkembangan kanker, termasuk leukimia dan kanker payudara.

5. Ajak anak menikmati sinar matahari pagi
Sinar matahari pagi adalah sumber penting vitamin D alami yang membantu pembentukan tulang yang kuat, kesehatan tulang dan gigi, mencegah jenis kanker tertentu, penyakit saraf, serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

Hanya beberapa menit di bawah sinar matahari pagi saja telah membuat tubuh mampu memproduksi vitamin D secara alami.

6. Kurangi paparan racun lingkungan
Diperkirakan bahwa sekitar 90 persen dari penyakit kanker dapat dicegah dengan membuat pilihan gaya hidup bebas bahan kimia berbahaya. Racun bahan kimia dapat ditemukan dalam air minum, buah-buahan dan sayuran yang diobati dengan pestisida serta dalam produk bayi, peralatan pembersih, pakaian dan kain rumah tangga.

Kurangi penggunaan barang-barang yang mengandung bahan kimia berbahaya agar anak tidak terpapar racun sejak dini.





21.59 | 0 komentar | Read More

Parasetamol Berisiko pada Anak


Wellington. Hati-hati memberikan obat turun panas pada anak. Salah satunya adalah parasetamol, sebab penelitian terbaru membuktikan obat ini dapat meningkatkan risiko asma dan alergi.
Tidak diketahui pasti apa penyebabnya, para peneliti masih harus melakukan uji klinis untuk memastikannya. Peneliti juga belum tahu persis berapa dosis yangbisa menyebabkan efek samping semacam itu.
Namun adanya keterkaitan antara parasetamol dengan risiko asma telah dibuktikan oleh para ahli dari University of Otago di Wellington. Untuk mengungkapnya, para ahli mengamati 505 bayi dan 914 anak usia 5-6 tahun.
Penelitian ini mengungkap, penggunaan parasetamol pada bayi berusia kurang dari 15 bulan dapat meningkatkan risiko asma hingga 2 kali lipat. Sementara pada usia 6 tahun, parasetamol meningkatkan risiko alergi hingga 3 kali lipat.
“Kami pikir efek ini lebih terkait dengan jangka waktu pemakaian, bukan dosisnya. Semakin sering digunakan, parasetamol efek sampingnya makin besar,” ungkap Prof Julian Crane yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dari Ninemsn, Senin (29/11/2010).
Prof Crane juga menegaskan bahwa efek samping ini tidak akan muncul serta merta hanya dalam beberapa kali pemakaian. Oleh karena itu orangtua tidak perlu khawatir selama penggunaan parasetamol tidak berlebihan.
Meski ada keterkaitan antara parasetamol dengan risiko asma, tidak tertutup kemungkinan adanya faktor lain yang mempengaruhi. Oleh karena itu Prof Crane mendukung adanya penelitian lebih lanjut untuk mengungkapnya.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth.com
21.51 | 0 komentar | Read More

Video Perjuangan Seorang Ibu Untuk Melahirkan Anaknya

Written By Dewi Agusthine on Sabtu, 31 Maret 2012 | 19.14


Video ini dipersembahkan untuk semua ibu dan calon ibu...
terima kasih ibu, tanpamu aku takan ada dimuka bumi ini...
i love you mom...

PERMOHONAN MAAF UNTUK IBU
oleh: Deny Fajar Suryaman

Terniang termenung sendiri
dalam ruang hampa yang pengap
dalam ruang yang sangat sunyi
dalam suasana hati yang gundah gelisah

Disudut ruang terbesis cahaya lilin
memberikan penerangan diruang yang gelap
menyinari seluruh sudut ruang dalam hati
yang s'lalu terniang wajah yang dicinta

Wahai angin yang bertiup kencang diluar sana
sudikah engkau menyimpaikan isi hatiku
sebuah perasaan yang sudah lama ku pendam
yang tak pernah tersimpaikan dari mulutku yaog kaku

I B U ....
dalam do'a ku meminta maafmu
dalam tangis ku memohon ampunmu
dalam mimpi ku bersujud di kakimu
memohon ampun atas dosa dan keselahanku padamu . . .

Diambil dari (Puisi-Puisi Deny Fadjar Suryaman)
19.14 | 0 komentar | Read More

Arung Jeram | Kegiatan IKM Akbid Bhakti Husada

Arung Jeram, 25 Maret 2009

Arung jeram (Rafting) adalah kegiatan yang menggairahkan, mengasyikkan, sedikit liar dan menyenangkan. Seperti pada kegiatan petualangan lainnya, arung jeram tetap memiliki resiko dan bahaya. Namun resiko tersebut justru menambah semangat dan menjadi perangsang bagi para penggiat kegiatan ini, sehingga bukan menjadi alasan mengapa orang-orang tidak menyukai kegiatan arung jeram.

Seorang pemandu arung jeram (skipper/kapten) yang telah berpengalaman akan berusaha untuk meminimalisasi resiko dan bahaya. Bahkan secara statistik, anda akan lebih aman mengikuti kegiatan arung jeram dibandingkan dengan berkendara didalam kota. Seorang pegawai pemerintahan di Amerika mengutarakan pada suatu penelitian, bahwa angka kecelakaan untuk kegiatan arung jeram masih jauh dibawah sepak bola! Namun tentu saja masih ada resiko dan anda harus menerima resiko tersebut saat berada di sungai.

Mau coba ??? Kedahsyatannya.. !!?
19.10 | 1 komentar | Read More

Kumpulan Nilai

Maaf, untuk sementara halaman ini masih kosong
19.08 | 0 komentar | Read More

Pengumuman

Maaf, untuk sementara halaman ini masih kosong
18.54 | 0 komentar | Read More

Kumpulan Artikel

Maaf, halaman ini masih kosong
18.45 | 0 komentar | Read More

Kumpulan Bahan Ajar

Maaf, untuk sementara halaman ini masih kosong
18.42 | 0 komentar | Read More